Mathlanews :(01/07/2025) Dunia
pendidikan Indonesia tengah ramai dengan istilah baru bernama deep
learning atau pembelajaran mendalam. Istilah ini muncul seiring dengan
peluncuran Kurikulum Merdeka yang menekankan pada diferensiasi pembelajaran.
Namun, apa sebenarnya deep
learning itu dan bagaimana dampaknya bagi dunia pendidikan? Madrasah Aliyah
mathla’ul Anwar Pusat Menes menggelar Workshop Kurikulum dengan tema ‘Deep
Learning & rapat kerja
Acara ini juga di lanjutkan
dengan rapat kerja dalam rangka menyiapak proses pembelajaran di tahun 2025-2026.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Andi Gunawan, M.LIS ( sebagai
Konsultan Pendidikan & Motivator) serta Drs. H. Ma’sum, M.Pd.( Praktisi Pendidikan)
Sebagai mana di sampaikan
Kementrian Pedidikan Dasar Dan Menengah RI, bahwa Deep learning ini bukanlah
kurikulum baru, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
tiga elemen utama: mindful (kesadaran), meaningful (bermakna),
dan durable (berkelanjutan).
“Mindful menekankan pentingnya kehadiran penuh siswa dalam proses pembelajaran, meaningful memastikan bahwa materi yang dipelajari relevan dan bermakna bagi kehidupan nyata siswa, dan durable bertujuan untuk menciptakan pengetahuan dan keterampilan yang bertahan lama dan dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks, dalam hal ini kolaborasi antara semua pemangku kepentingan pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, dan masyarakat, sangat penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi deep learning.(AR)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar